Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melakukan soft launching sekaligus uji coba operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Pengoperasian terminal baru ini menjadi langkah strategis Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan peti kemas guna mendukung efisiensi logistik nasional.
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan sandar perdana kapal peti kemas MV Meratus Konawe di Terminal 2 Petikemas. Uji coba ini menjadi bukti kesiapan fasilitas, peralatan, dan sistem pelayanan terminal dalam mendukung kegiatan bongkar muat secara aman, andal, dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Pelindo juga menetapkan nama Terminal 2 Petikemas sebagai identitas resmi terminal. Acara turut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, jajaran instansi pemerintah, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, perusahaan pelayaran, pemilik barang (cargo owner), pengelola depo peti kemas, pelanggan, Direksi Pelindo, manajemen Pelindo Group, serta mitra usaha.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan di bawah arahan strategis Danantara untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih efisien dan berdaya saing.
“Beroperasinya Terminal 2 Petikemas merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas dan produktivitas layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami ingin menghadirkan layanan yang semakin produktif dan terintegrasi melalui monetisasi aset idle sehingga mampu mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia,” ujar Achmad.
Menurutnya, pengembangan terminal akan terus dilakukan melalui digitalisasi layanan, modernisasi peralatan, serta peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan.
“Ke depan, terminal ini akan terus kami kembangkan menjadi terminal yang mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, andal, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian nasional,” tambahnya.
Saat ini Terminal 2 Petikemas memiliki dermaga sepanjang 517,5 meter, dengan 200 meter yang telah siap beroperasi. Terminal memiliki kedalaman desain -12 meter LWS dan mampu melayani kapal hingga 30.000 DWT. Area penumpukan peti kemas seluas 98.700 meter persegi mampu menampung hingga 8.425 TEUs.
Operasional terminal didukung satu unit Quay Container Crane (QCC), empat unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), satu unit Reach Stacker, lima unit Head Truck beserta chassis, serta didukung sekitar 70 personel. Pada Triwulan IV 2026, kapasitas terminal akan diperkuat melalui penambahan dua unit QCC.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, mengapresiasi langkah Pelindo yang dinilai akan meningkatkan kualitas pelayanan di pelabuhan terbesar di Indonesia.
Ia menegaskan operasional Terminal 2 Petikemas harus tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan ketentuan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.
“Kami mendukung upaya Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan. Sinergi regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar Heru.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menjelaskan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari pengembangan konsep Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP). Program tersebut mengintegrasikan jaringan layanan peti kemas melalui pembentukan hingga 20 koridor pelayaran baru yang akan dikembangkan secara bertahap bersama perusahaan pelayaran, regulator, pemerintah daerah, pemilik barang, dan pengelola depo peti kemas.
“Diharapkan pada tahap awal dapat terbentuk tujuh koridor pelayaran pada Semester IV 2026 yang akan memperkuat konsep hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan, meningkatkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan, serta berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional,” kata Farid.
Menutup rangkaian acara, Achmad Muchtasyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, regulator, mitra usaha, asosiasi, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pengembangan hingga pengoperasian Terminal 2 Petikemas.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting dalam mewujudkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing guna mendukung kemajuan sektor logistik nasional.
