oplus_0
MERAK, BANTEN — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak memfokuskan penanganan pada proses evakuasi dan pendataan pengguna jasa yang berada di dalam KMP Batu Mandi, menyusul insiden kebakaran kapal saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak, Banten,Selasa 10 Oktober 2026.
Pendataan dilakukan oleh petugas ASDP Cabang Merak terhadap seluruh pengguna jasa yang berada di kapal. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian data penumpang dengan manifes kapal sekaligus memastikan seluruh pengguna jasa telah teridentifikasi setelah proses evakuasi.
Lokasi pendataan dipusatkan di kawasan Mall Eksekutif Pelabuhan Merak. Petugas melakukan pendataan secara bertahap terhadap pengguna jasa yang telah dievakuasi dari kapal.
Salah seorang pengguna jasa, Ardi, membenarkan bahwa dirinya tengah menjalani proses pendataan oleh petugas ASDP Cabang Merak.
“Iya, Pak. Ini kita lagi didata di Mall Eksekutif Pelabuhan Merak oleh petugas ASDP Cabang Merak,” ujar Ardi.
Proses penanganan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan petugas gabungan dari unsur pelabuhan Asdp , Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta kepolisian dan Setek holder di dalam pelabuhan.
ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi. Pendataan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan identitas serta kesesuaian jumlah pengguna jasa dengan manifes kapal.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, dan instansi terkait untuk mendukung kelancaran proses penanganan insiden tersebut.
ASDP menegaskan bahwa keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran KMP Batu Mandi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan optimal.
Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran dan kondisi kapal masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. Red
