AMBON – Kapal perintis Sabuk Nusantara 106 mengalami insiden saat hendak bersandar di pelabuhan sekitar pukul 09.00 WIT. Kapal dilaporkan mengalami gangguan teknis berupa mati mesin sehingga menabrak bangunan penginapan dan sejumlah perahu milik warga di sekitar area pelabuhan.
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, insiden bermula ketika kapal melakukan manuver untuk sandar di dermaga. Namun, mesin utama tiba-tiba tidak berfungsi. Nakhoda bersama anak buah kapal (ABK) disebut telah menjalankan prosedur darurat guna menghentikan laju kapal.

Meski demikian, sisa dorongan atau inersia kapal tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Benturan pun tak terhindarkan hingga kapal menghantam bangunan penginapan milik warga serta beberapa long boat nelayan yang tengah bersandar.
Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan materiil diperkirakan cukup signifikan.
Kepala PT Pelni Cabang Ambon, Ridwan Mandaliku, mengatakan perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
“Pelni memastikan akan mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan oleh Kapal Sabuk Nusantara 106 yang menabrak rumah milik warga dan beberapa long boat milik nelayan. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan kepastian dan kenyamanan di tengah masyarakat yang terdampak,” kata Ridwan dalam keterangannya.
Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti gangguan teknis pada kapal tersebut. Warga berharap proses ganti rugi dapat segera direalisasikan agar aktivitas mereka kembali normal.***
